"Ozil is unique. There is no copy of him – not even a bad copy." 
Banyak yang tertegun saat mendengar kabar bahwa Ozil dilepas oleh Madrid ke Arsenal. Jangankan orang awam, pelatih sekaliber Jose Mourinho dan Joachim Low pun sangat bingung serta tak habis pikir dengan keputusan Madrid untuk melepas Ozil. Maklum saja, pemain satu ini tergolong pemain spesial dan disebut oleh Mou sebagai ‘The best number 10 in the world”.


Tak hanya bagi pelatih, para pemain lainpun terutama yang berposisi sebagai striker sangat memimpikan bermain bersama Ozil. Dia ibarat koki yang siap meracik masakan-masakan lezat untuk langsung disantap oleh pemain depan menjadi gol. Bahkan sang mega bintang, Cristian Ronaldo sempat marah mengetahui Ozil dijual. “Dia yang paling tahu dan mengerti pergerakan saya di depan gawang.” katanya.


Logika sepakbola semata agaknya tak akan bisa memahami tindakan Madrid ini. Meskipun Madrid mungkin telah memiliki Isco sebagai penggantinya, namun "the kind of player you don't find these days" ini amat sangat layak untuk dipertahankan.

Torehan 25 assist di musim perdananya -top assist di kompetisi besar Eropa-, 23 assist di musim kedua dan 26 assist di musim lalu menjadi bukti kuat keberadaannya sebagai ace Madrid. Total ia mencatat 159 laga dan 27 gol selama berkostum putih-putih.

Lalu apakah ini bagian dari skenario Anceloti dalam merevolusi Madrid? Tampaknya hal itu sangat tak masuk akal. Pelatih asal Italia ini dikenal sebagai pelatih yang penganut sepak bola menyerang dan Ozil jelas menjadi pemain penting yang diperlukan dalam strateginya. Namun nampaknya Don Carlo harus merelakan salah satu pilar pentingnya ini tergusur demi kepentingan petinggi El Real.


Logika yang paling masuk di akal adalah Madrid nampaknya kembali bermain di wilayah image dan berubah menjadi toko merchendise. Bale agaknya kali ini menjadi obyek jualan terbaru Perez. Dengan mendatangkan Bale yang menjadi “the hottest one” saat ini, maka Madrid kembali berharap untuk dapat meraup untung besar dari penjualan pernak-pernik Bale.

Mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan Bale dan ditambah dengan hutang mereka selama ini ke Bank demi proyek Los Galacticos nampaknya memaksa Madrid untuk melego nama-nama besar demi menjaga keuangan mereka. Ozil pun menjadi pemain yang dikorbankan demi menjaga toko besar mereka tetap jalan. Pertimbangannya tentu saja total jualan jersey mereka., dimana Ozil hanya menempati posisi ke-6.

Madrid mengambil sebuah perjudian besar. Melepas seorang Ozil yang unik dan berguna demi mendatangkan seorang bintang iklan terpopuler saat ini untuk kepentingan lama mereka, bisnis.  Dan hanya satu kata yang bisa saya ucapkan.
MADRID KEMBALI JUALAN BAJU