Ricardo Kaka Resmi ke AC Milan
Saat surat-surat kabar masih membahas Bale dan Ozil sebagai headline news mereka, terselip sebuah judul berita seperti diatas. Berita yang tentunya sangat menggembirakan dan tak bisa lagi diungkapkan dengan kata-kata oleh Milanisti.

Bagaimana tidak, akhirnya setelah menunggu selama 1 musim si Anak Emas pun pulang ke klub yang membesarkan namanya. Tak lama setelah AC Milan mendapatkan penyerang Alessandro Matri dari Juventus, Milan mengumumkan bahwa mereka berhasil mendatangkan Kaka sebelum tanggal penutupan bursa transfer berakhir. Kedatangan Kaka menjadi pelipur lara setelah Kevin Prince Boateng memutuskan hijrah meninggalkan Milaneto.



Yang perlu dicermati adalah kelihaian Milan dalam mendapatkan Kaka dengan status free transfer. Milan pandai dalam mengulur-ngulur masa kepindahan Kaka dengan sebuah senjata ampuh bernama gaji. Sudah sejak 2012 lalu Milan dihubung-hubungkan dengan Kaka. Bahkan pada Juli 2012 lalu, Milan diberitakan memberikan tawaran sebesar 25 juta Euro kepadanya yang akhirnya ditolak Florentino Perez.

Milan seperti menunggu saat yang tepat, yaitu disaat dimana Madrid lelah memanggul beban gaji sebesar 10 juta Euro per tahun untuk pemain yang hanya bermain penuh sebanyak 15 kali dalam 4 musim tersebut. Selain itu, Milan pun tahu bahwa Madrid akan membeli bintang baru dengan harga dan gaji selangit, yang pastinya akan membuat Madrid harus menjual pemain yang secara performanya tak sesuai dengan gajinya.

Dan saat yang ditunggu-tunggu pun tiba saat Madrid umukan Bale sebagai koleksi barunya. Milan bergerak cepat dengan mengontak Kaka dan Madrid demi merampungkan transfernya. Alhasil Milan pun untung dengan hanya mengeluarkan 5 juta Euro di tahun pertamanya, dan hanya membayar 40% dari gaji Kaka di Madrid atau sebesar 4 juta Euro per tahun. Bandingkan dengan saat Milan menjual Kaka ke Madrid dengan mahar 65 juta Euro.


Dengan kembalinya Kaka, maka kemungkianan aka nada revolusi formasi di skuad Milan. Jika di era pertamanya di Milan dulu Ancelotti mengusung formasi cemara 4-3-2-1 dimana Kaka dan Seedorf menjadi dua gelandang serang, kini kemungkinan Allegri akan menerapkan 4-2-3-1 atau 4-3-1-2 sebagai alternative 4-3-3 musim lalu.

Kaka akan ditempatkan ke posisi kegemarannya, yaitu trequartista. Dua pemain akan berperan sebagai box-to-box untuk menopang Kaka dari belakang pada formasi 4-2-3-1. Peran itu bisa diambil oleh Nigel de Jong dan Il Capitano Ricardo Montolivo serta Poli atau Muntari jika memakai 3 gelandang. Mereka akan mengalirkan alur serangan dari belakang menuju Kaka serta bekerja menutup pos yang ditinggalkan Kaka.

Stephane El-Sharawy dan Robinho atau Niang akan menjadi pelengkapa trio gelandang serang bersama Il Maestro ini. Ketiganya bisa berbagi tugas dalam memainkan bola, mengatur tempo permainan dan menguasai ball possession. Dibantu oleh inside forward yang cepat akan membuat Kaka mampu lebih optimal dalam menjalankan tugasnya sebagai dirijen penyerangan.

Dan terakhir, Kaka hanya tinggal mengarahkan serangan tim menuju finisher Milan, yaitu Mario Balotelli ataupun Alessanndro Matri. Berbekal through pass tajam, ini bukanlah tugas sulit untuk pemain sekaliber Kaka. Tak hanya itu, dengan posisi menggantung diantara striker dan gelandang, maka Kaka akan lebih leluasa dalam mencetak gol bagi Milan. Skema seperti ini menurut penulis adalah skema yang cukup ideal dan menjanjikan bagi Milan.


Dengan kebijakan transfer yang cenderung irit, rasanya tidak mustahil Milan menggusur hegemoni superioritas Juventus di Italia dan kembali membawa cincin emas ke San Siro. Dan itu tentu menjadi misi utama. Namun, yang perlu dicermati, kehadiran Kaka diharapkan berguna bagi efektivitas strategi tim sekaliber Milan.

Milan akhirnya kembali membuat transfer yang efektif dan efisien.