4th Day
Setelah sekitar 6 jam perjalanan, pagi harinya akhirnya kita sampai di Barcelona n habis itu langsung check in di Hostel Casa de Gracia, kita jalan2 santai mencari sarapan disepanjang Passeig de Gracia yang sebagian toko-tokonya masih tutup. Jalan ini terkenal sebagai pusat perbelanjaan utama di jantung kota Barcelona yang menghubungkan Cerda Plan (new extension) dengan La Ramblas (old city), butik2 dan retail2 ternama berderet di kanan kiri jalan termasuk 2 masterpieces bangunan dunia, bangunan Casa Mila dan Casa Batllo.

Casa Batllo

Akhirnya gw beli Bocadillo de Calamares, sejenis roti isi gorengan. Gorengannya tuh katanya dari campuran seafood. Setelah perut terisi, tujuan kita hari ini adalah mengunjungi karya fenomenal Gaudi, gereja La Sagrada Familia yang kata tio dari pertama kali dibangun tahun 1900an sampai sekarang belum selesai juga alias still under construction! 

Bocadillo de Calamares

Kembali kaki ini diayunkan menyusuri blok demi blok bangunan hingga berbelok ke arah Avinguda Diagonal yang rindang, bagian terpenting Cerda Plan dan avenue terbesar yang membelah kota Barcelona dari barat ke timur, dan berujung di Barcelona Forum (new waterfront and park).


Sekitar jam 11 pagi kita sampai di sagrada familia, ikon kota ini. Rupanya antrian turis yang mau beli tiket dan mau masuk ke dalam cathedral udah cukup panjang ditambah lagi suasana sekitarnya yang penuh dengan alat2 berat dan bahan bangunan cukup crowded dan mengganggu keindahan karya artistik ini. I wasn’t really impressed…, but I agree the interior is amazing and worth to see

Sagrada Familia – inside and outside

Entrance fee to basilica sagrada familia tuh agak mahal ukurannya, sekitar 13 euro. Tapi tio beli yang langsung combined tickets to Gaudi House Museum jadi harganya 16,5 euro, jadinya kita langsung pake tiket terusan.

Usai keliling, kita kembali ke hostel dan rehat sejenak, mandi dan sholat. Menjelang sore kita jalan2 santai dilanjutkan dengan menjelajah pedestrian street La Ramblas yang di kiri kanannya dipenuhi deretan pepohonan, kios2 souvenir plus cafe dan alfresco dining yang menyajikan masakan seafood khas spanyol. Sepanjang jalan banyak ditemui para seniman jalanan dari sekedar atraksi kostum, pelukis, freestyler, main musik, sulap dan lain-lain.

Plaza de Catalunya - gate of La Ramblas




Tapi yang menarik tuh rata2 atau bahkan bisa dibilnag hampir semua toko souvenir yang non kios di sepanjang Ramblas dimiliki oleh imigran dari India/pakistan/Banglades, entah lah yang mana tapi intinya dari Bollywood.

Hari pertama di Barcelona, kita akhiri dengan bergegas menaiki metro dari Liceu menuju station Plaza de Espana untuk menyaksikan pertunjukan The Magic Fountain of Montjuic, atraksi air mancur dibarengi musik dan lighting.

Kata tio, atraksi ini cuma ada di hari kitas – minggu mulai jam 9 – 11 malam (May to September in my own know). Waluopun waktu itu mendung dan udah mulai gerimis, tapi ribuan pengunjung tetep aja berbondong-bodong nyari spot paling strategis di sekitar area Palau Nacional ( National Museum) buat nonton atraksi spektakuler ini.

Palau Nacional

Magic Fountain of Montjuïc

5th Day
Agenda utama hari ini selain mengunjungi salah satu karya Gaudi, Park Guell, yaitu  taman kota terbuka , rencananya kita juga mau ikut free guided-walking tour ngelilingi kota tua Barcelona, daerah Barri Gotic. Sayangnya pas kita dateng jam 16.00 di meeting point Plaza Reial ternyata kuota 30 orang udah penuh di booking, well.. akhirnya gak jadi, dan berbekal peta dan ingetan tio, kita walking tour sendiri, sigh.

Barcelona kota itu yang cukup gede tapi walaupun gitu, public transport dan infrastruktur pariwisata-nya sangat baik. Sistem penanda/informasi selalu disertai dengan bahasa inggris, jadi walau gak bisa bahasa spantol gak masalah, selain itu turis ada dimana-mana, ya kalau nyasar tinggal tanya saja. 

Supaya lebih murah dan mudah kemana-mana kita beli tiket metro T-10 zona 1 (most attractions) yang bisa dipakai 10 trips, harganya cuma €11 dan bisa dipakai line kereta ke airport juga, bayagin kalo ambil yang single journey, cukup mahal €2/trip. 

Dari station Diagonal kita menaiki metro (bawah tanah) ke Park Guell – Line 3 trus turun di station Lesseps.  Perlu jalan kaki sekitar 20 menit nanjak bukit El Carmel buat sampai di pintu gerbang Park Guell. Taman ini free of charge and as always penuh turis. Dari puncak Park Guell bisa lihat kota Barcelona secara keseluruhan. Di area ini juga ada Gaudi House Museum, disini ada koleksi2 furniture karya Gaudi, tapi kita gak masuk kesini karena takutnya nanti sore keburu-buru soalnya masih banyak tempat yang belum dijamah.


Ketika mengelilingi taman ini jadi teringat suasana kota Jakarta, ok my bad, sebenernya mirip kota Paris kalo kata tio. Disini kita bisa liat perjuangan para imigran yang bertahan hidup dengan jadi pedagang kaki lima yang menjual souvenir, kaca mata dll. Tapi mereka itu juga kucing-kucingan, jadi  waktu ada  polisi, mereka kabur  dan ada salah satu yang ketangkap dan barang dagangannya disita. Poor you.

Selain itu terdapat juga para seniman yang main musik (kalau yang ini kayanya dianggap legal), ada satu seniman Indian dengan alat musik dan ritme lagu-nya yang cukup memukau membuat saya betah berlama-lama sekedar berdiam diri merasakan semilir angin dipuncak Park Guell. Dan as a told you before, kota ini kriminalitasnya tinggi. Sempat terjadi insiden kejar-kejaran antara 3 copet dan polisi setempat.

Selesai dari Park Guell kita istirahat sholat dan makan siang (padahal udah jam 5 sore) di restoran Indonesia. Yes, what a surprise, ada rumah makan Indonesia disini dengan nama Indonesia. 



Jam 4 sore setelah dari Ramblas dilanjutkan berkeliling Old town Barcelona – Barri Gotic dengan jalan kaki, dilanjutkan ke Barcelona waterfront (promenade dengan pantai pasir dan deretan bangunan2 apartment, hotel dan shopping center, salah satunya ‘Barcelona Fish’).

Hari itu cukup melelahkan tapi kita masih harus ke Girona Airport buat balik ke Madrid, soalnya liburan tio udah abis. Ada beberapa bangunan high rise yang ingin gw lihat yakni Estadio Nou Camp, kandang klub Barcelona yang merupakan besar kapasitasnyadi Eropa dan Gedung 38 lantai ‘Torre Agbar’ yang letaknya  diantara Avinguda Diagonal dan Carrer Badajoz, tapi karena waktu mepet ya akhirnya jadi, sigh. Sebenernya awalnya mau ke Nou Camp, tapi tio bilang kalo banyak daerha yang lebih bagus, ya jadilah gw nurut aja.

Sampai dihotel, kita langsung siap-siap barang dan langsung check-out. Kita naik metro buat ke Girona airport, bandara ini sih bukan bandara utama Barcelona bisa dibilang sih kaya bandara Halim, jadi bandara pelengkap. Tapi katanya sih ini bandara yang dipake sama Barcelona kalo kemana-mana. Sesampainya kita langsung ke Aeropuerto terminal T2- El Prat dan sekitar jam 10an kita take-off baliik ke Madrid.


See you Barcelona, what a great street city...

To be continue…