1st day
Setelah sampai bandara, kita langsung menuju apartemen tio di sekitar Atocha pake taksi. Supir taksinya ini mukanya serem, bdannya gede dan suaranya berat n keras macam pegulat-pegulat Latin. Tapi, eh ternyata si bapak supir taksi ini baik dan ramah banget, sepanjang perjalanan doi ngajak ngobrol kita. Nanyain nama, darimana sampe nanya Indonesia kaya gimana ke gue. Ya dengan bahasa Spanyol terbata-bata, gue jawab lah diiringi pembenaran kalimat ama tio y tia

Sesampainya di apartemen tio, Gomez (sopir taksi) ini bawain koper dan barang-barang ampe masuk ke apartemen. Ternyata emang ini salah satu pekerjaan supir taksi disini, jadi tour guide dan tukang gendong. Sebelum keluar, Gomez nawarin kalau mau keliling Madrid bisa panggil dia, sembari ngasih kartu nama yang ada nomornya.

Plaza Mayor 


Setelah makan dan cukup istirahat, malamnya gue dianter tio yang masih dalam masa cuti, jalan-jalan pake Metro buat lihat-lihat jantung kota madrid di malam hari. Kita ke Plaza de Mayor dan area komersial di Sol sambil menikmati makan malam khas spanyol La Paella (nasi goreng seafood), syukurnya di Madrid toko-toko buka sampai jam 9-10 malam (summer) termasuk juga tempat makan yang masih banyak dipadati pengunjung sampai jam 12 malam. Gue foto-foto sekitar Sol dimana disana ada lambang kota Madrid yaitu teddy bear, ok that isn’t teddy bear, tapi "El Oso y el Madrono" (beruang dan pohon madrono).


El Oso y el Madrono

Setelah puas muter-muter Plaza de Mayor, kita pulang menjuju apartemen buat siap-siap ngelilingi ibukota, naik delman istimewa, kududuk dimuka keesokan harinya. So, my first day in Spain habis cuma buat muter-muter de Sol.

2nd day
Tujuan utama gue ke Madrid adalah melihat lapangan klub bola paling terkenal dan terkaya Real Madrid. Gue pake metro jalur 3, dimana langsung di depan muka jalan bakal terlihat gedung mewah yaitu Estadio Santiago de Bernebeu. 


Bernabeu dari Metro

Gate utara Bernabeu 
Gue berangkat sendiri, soalnya tio ada urusan dan bakal ketemu di Sol nanti siangnya. Sesampainya disana, gue beli tiket Tour Stadium and Museum yang harganya 10. 

Antri tiket

Jalan-jalan pertama masuk museum, disana terpampang rapi sejarah, pemain-pemain, piala-piala dan sepatu emas dari jaman dulu sampe sekarang. Kemudian kita juga bisa sepuasnya masuk ke dalam lapangan bola. Kita bisa duduk manis di tempat ekonomi sampe kelas VIP, kita juga bisa merasakan gimana duduk di tempat pelatih atau pemain cadangan. Dan lagi kita bisa masuk locker room, sauna, sampe kalo mau masuk ke toiletnya. Dan yang gak kalah menariknya kita juga bisa masuk ke ruangan confrence press. It’s so worth it and my 10 gak melayang percuma.

Bernabeu Museum

Usai tur, gue langsung menuju Royal Palace (Palacio Real) yang gak jauh dari stadion. Istana ini merupakan istana terbesar kedua di dunia. Gue juga memilih ikut tur ini setelah bayar upeti sekitar 5, kita bisa milih ikut guide yang bahasa Inggris atau spanyol.  Alhasil biar lebih paham gue pilih yang English native. Tur selesai cuma dalam waktu sekitar 20menitan.

Palacio Real

Public transport di Madrid cukup terpercaya, mudah, aman dan bersih.  Dari depan Royal Palace, gue cukup naik metro ke station Puerta de Sol dengan tiket seharga €1,5-one way. Gue jalan-jalan ke wilayah centrum sembari nunggu tio. Waktu itu karna menjelang festival musiman, suasana centrum rame banget, persis kaya di Indonesia pas mau musim lebaran. 

Di sepanjang centrum gue amati ada banyak penjual kaki lima, toko-toko dan orang yang nawarin lotre yang pembelinya pun sampe antri.  


Lotre di Centrum

Dan setelah ketemu tio, kita menuju ke Congreso De Los Diputados, gedung ini sekarang dijadikan museum. Buat masuk ke museum ini setiap orang diperiksa barang bawaanya dan setelah masuk kita kudu bayar untuk masuk ke ruangan ini. Kalo ga salah bayar museum ini sekitar 10-12. Buat gue kemahalan ini, akhirnya gue memutuskan gak masuk kesana dan nyari objek foto.

Congreso De Los Diputados

Dan setelah itu kita muterin seluruh sudut ibu kota ini. Ini hasil tangkapan lensa gue di beberapa tempat.


Catedral de la Almudena 
Jardines de Sabatini

Plaza de la Villa

Plaza Mayor

Ada sedikit tragedi pada saat di Madrid, kita gak bisa ambil uang di ATM padahal tio gak bawa uang cash yang banyak. Soalnya kalo lagi jalan, tio yakin kalo lebih aman pake ATM daripada uang cash. Untunglah kantor tio disekitaran Sol, jadi tio bisa ambil cash di kantor dulu.

So that’s my first journey in Madrid, besoknya gue mau ke Granada dan Cordoba. Tunggu cerita selanjutnya.

to be continue...