15 Sep 2011

1st day
Setelah sampai bandara, kita langsung menuju apartemen tio di sekitar Atocha pake taksi. Supir taksinya ini mukanya serem, bdannya gede dan suaranya berat n keras macam pegulat-pegulat Latin. Tapi, eh ternyata si bapak supir taksi ini baik dan ramah banget, sepanjang perjalanan doi ngajak ngobrol kita. Nanyain nama, darimana sampe nanya Indonesia kaya gimana ke gue. Ya dengan bahasa Spanyol terbata-bata, gue jawab lah diiringi pembenaran kalimat ama tio y tia

Sesampainya di apartemen tio, Gomez (sopir taksi) ini bawain koper dan barang-barang ampe masuk ke apartemen. Ternyata emang ini salah satu pekerjaan supir taksi disini, jadi tour guide dan tukang gendong. Sebelum keluar, Gomez nawarin kalau mau keliling Madrid bisa panggil dia, sembari ngasih kartu nama yang ada nomornya.

Plaza Mayor 

Posted on 12:09 PM by Febriananda Wisang

7 Sep 2011

“Keberanianmu mengilhami jutaan hati….
Kecerdasan dan kesederhanaanmu… jadi impian…
Pergilah kau… dengan ceria…
Sebab kau… tak sia-sia…
Tak sia-sia…
Pendekar !!! “

Waktu itu saya masih berusia 10 tahun ketika media massa begitu gencar memberitakan kematiannya, seorang yang disebut sebagai pahlawan HAM Indonesia.  Jujur saja, saya sama sekali tidak mengenalnya, lelaki bertubuh ceking dengan postur yang tidak terlalu tinggi yang identik dengan kumis tebalnya ini oleh orang-orang dipanggil Munir. Yang terbayang-bayang tentang dirinya hanya kumis tebalnya itu, pernah saya mendengar sebuah lagu dari Iwan Fals yang ia ciptakan untuk mengenang perjuangan almarhum.

Posted on 5:52 PM by Febriananda Wisang

1 Sep 2011

Prolog
Aha!!! Spanyol!!! Liburan ini amat sangat berharga buat gue. Rencana gue yang awalnya cuma pingin liburan di Jakarta dan ke Bandung buat ngejenguk opa, berubah drastis ketika dikejutkan dengan kedatangan Tio (om) gue. 

Tio Tris yang kalo gak salah kerja di Mondragón Corporación (Madrid) dan trus menerus tinggal sampai nikah di Spanyol pulang buat menjenguk opa. Katanya Tio sih kangen sama tanah airnya setelah kurang lebih 4 tahun gak pulang ke tanah airnya. Tio pulang sama Tia (tante) Andrea.

Setelah 3 hari disini, Tio rencananya pulang lusanya dan mau nyari tiketDan inilah awal berkah gue. Tio nanya ke gue, Liburan gak kemana-mana nih sang? dan gue jawab “gak om, paling juga hangout para amigos (bareng temen)”. Mendengar jawaban gue itu, Tio nawarin buat liburan di rumahnya. Gue agak nolak awalnyadipikiran gue duit siapa juga kesanaMelihat muka gue yang bingung, Tio langsung ngomong “Udah, tenang aja masalah tiket PP om aja, kan om dapet bonus dari kantortapi buat jajan bawa duit sendiri kamunyakalo gak kalau mau keluar nanti sama Tio y Tia”.

Posted on 9:44 AM by Febriananda Wisang